sahabatrakyatjakarta.com, Jakarta – Penyerangan yang dilakukan sejumlah orang tak dikenal terhadap dua aktivis Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Jakarta Pusat pada, Selasa (29/6) dini hari menuai berbagai kecaman.
Hamdan Zoelva Ketua Umum PP Tanfidzyiah Syarikat Islam (SI) yang khawatir peristiwa yang menimpa kedua aktivis tersebut berdampak pada ketakutan warga jakarta, meminta aparat keamanan untuk segera menangkap para pelaku.
“Saya meminta kepolisian Negara Republik Indonesia segera bertindak menangkap para pelaku. Jika pertistiwa ini tidak segera diatasi tentu akan membuat ketakutan warga Jakarta yang beraktivitas pada malam hari,” katanya.
Senada dengan Hamdan Zoelva, Oktasari Sabil Ketua Umum DPP Gemura dengan tegas meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap kedua aktivis SEMMI itu agar tidak menjadi preseden buruk bagi aktivis mahasiswa kedepannya.
“Aparat kepolisian harus mengusut dengan tuntas kasus pembacokan ini. Sebab, kasus ini jelas-jelas sudah meresahkan masyarakat dan akan menjadi preseden buruk kedepannya bagi aktivis mahasiswa lainnya,” tegasnya.
Ketua Umum SEMMI Cabang Jakarta Pusat, Muhammad Senanatha beserta rekannya, Amri Loklomin, diserang saat dalam perjalanan dari Sekretariat SEMMI menuju rumah kost mereka. Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Salemba, Jakarta Pusat.
Saat jakarta.sahabatrakyat.com konfirmasi pada, Jum’at (2/7) senanata sedang berada di sekretariatnya. Dalam kondisi masih berbalut perban, sena menerangkan kronologis kejadian yang menimpa mereka.
“Saya sedang berada di sekretariat PB SEMMI yang kebetulan pada saat itu sedang mengadakan diskusi bersama teman-teman, sampai tiba di pukul 3 pagi karena kondisi tubuh sudah perlu sedang melakukan istirahat, saya bersama teman saya menuju kost-kostan dari sekretariat matraman ke tempat kost saya yang berada di utan kayu. Namun ketika beberapa meter dari sekretariat saya tepatnya di depan bakso bujangan saya melihat ada banyak kelompok orang sedang menunggu apa, ataupun apa saya kurang tau tepatny. Namun ketika pada saat itu teman saya suruh berhenti di depan bakso bujangan, tiba-tiba sekelompok orang itu mendekat ke kami begitu, nah ketika mereka mendekat ke kami, mereka membawa senjata tajam yang mengakibatkan teman saya ini kaget sehingga dia tancap gas. Sekelompok orang itu lari menghampiri kita sambil mengangkat senjata tajam. Alhasil karena kita di pepet mengambil jalan trotoar, di penghujung bakso bujangan ada pembats jalan, beradulah dengan pembatas jalan membuat motor terjatuh bersama teman saya. Ketika saya terjatuh mereka menghabisi secara brutal saya dan teman saya ini begitu,” papar sena.
Sena menambahkan jika ia mendapat empat luka parah di kaki kanannya.
“Dan akibat kebrutalan mereka, saya mendapatkan empat luka dibagian kaki kanan, tiga di paha, satu di tulang kering,” tambahnya.
Sena mengaku jika para pelaku berjumlah kurang lebih 30 orang dan membawa senjata tajam lengkap.
“Saya tidak mengetahui kelompok itu dari mana karena memang kondisinya malam, namun saya ketahui kelompok itu kurang lebih tiga puluhan mereka lengkap mebawa senjata tajam seolah-olah sudah merencanakan tindakan kriminal, menurut saya itu sudah terorganisir,” aku sena.
Sena berharap kejadian yang menimpa dirinya dan rekannya tidak terulang kembali dan pelakunya dapat segera ditangkap.
“Harapan saya pelaku segera ditangkap, dan dihukum seberat mungkin dan saya ingatkan lagi jangan sammpai ada kejadian seperti ini lagi tertimpa kepada masyarakat. Terlebih hari ini kita berada di pusat pemerintahan Jakarta Pusat. Jakpus adalah ring satunya DKI Jakarta. Karena apa? Istana Presiden juga berada di Jakarta Pusat. Masa ada kejadian sekelompok orang dengan bebasnya membawa senjata tajam dibiarkan. Menurutt saya ini kesalahan yang begitu parah,” tandasnya.
Sementara itu Amri Loklomin, yang juga menjadi korban menerangkan kepada jakarta.sahabatrakyat.com bahwa mereka bisa selamat dari maut setelak para pelaku mundur dan memerintahkan kepada keduanya untuk pergi denga satu kata “cabut”.
“Kelompok tersebut mundur dan mengangkat sebuah senjata tajam yang digunakannya dengan mengatakan ‘cabut’! Setelah itu kami pun berangkat bergegas menuju ke klinik. Namun klinik suda di tutup, sehingga kami langsung menuju ke rumah sakit RSCM, untuk segera di rawat, terang Amri.










