DPN REPDEM Ziarah Ke Pusara Tokoh Perajut Kebangsaan Taufiq Kiemas

Jakarta, – Jajaran kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (DPN REPDEM) berziarah ke pusara tokoh PDI Perjuangan yang juga perajut kebangsaan Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Selasa (8/6) pagi.

Hadir dalam acara tersebut, senior PDI Perjuangan Panda Nababan, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Ketua DPP PDI PDI Perjuangan Hamka Haq, jajaran DPN REPDEM, juga organisasi sayap PDI Perjuangan lainnya yakni Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).

Dalam sambutannya, Ahmad Basarah mengisahkan keteladanan Almarhum Taufiq Kiemas mempraktekan ajaran-ajaran Bung Karno. Salah satu ajaran Bung Karno, seperti yang dituliskan dalam buku Sarinah, “Dalam cita-cita politik ku, aku ini nasionalis. Dalam cita-cita sosial ku, aku ini sosialis. Dalam cita-cita sukma ku, aku ini sama sekali theis. Sama sekali percaya Tuhan. Sama sekali mengabdi kepada Tuhan”, benar-benar dipraktekan dalam keseharian hidup Alm. Taufiq Kiemas. Hal ini langsung diamini oleh Panda Nababan, sahabat dekatnya sejak masa mahasiswa.

Wanto Sugito, Ketua Umum DPN REPDEM mengaku berziarah sekaligus mendoakan sewindu almarhum Pak Taufiq dan meminta restu agar perjuangan para aktivis REPDEM diberikan kelancaran dalam mengawal keberlangsung Demokrasi di Indonesia serta membumikan Pancasila sebagai ideologi kebangsaan.

“Repdem termasuk organisasi sayap PDI Perjuangan yang dibesarkan almarhum Pak Taufiq. Saya pribadi punya sejarah baik dengan almarhum, bahkan mulai dari organisasi termasuk saya sendiri diurus oleh almarhum. Insya Allah almarhum pak Taufiq dilapangkan kuburnya dan diterima di sisi Tuhan YME,” ujar pria yang akrab disapa Klutuk ini.

Politisi muda PDI Perjuangan yang kini juga menjabat Ketua DPC PDIP Tangsel berharap, agar para aktivis PDI Perjuangan meniru langkah perjuangan beliau yang dikenal mengayomi dan merajut bahkan mencetuskan empat pilar kebangsaan.

“Sosok yang teladan, merangkul dari golongan apapun. Tidak melihat kelas, baik masyarakat biasa ataupun elit. Insya Allah saya akan mengikuti jejaknya,” tutup Wanto. (*)