Jakarta – Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan pasokan oksigen di wilayah Tangerang Selatan, Banten masih mencukupi untuk pasien yang membutuhkan.
Hal itu diketahui setelah Tim KSP melakukan pengecekan langsung di toko-toko penjual oksigen, rumah sakit dan Puskesmas di Tangerang Selatan, Banten, Senin.
Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin, Tim KSP melaporkan tidak ada antrean pembeli di toko-toko yang menjual oksigen.
Meskipun demikian, dalam verifikasi lapangan tersebut ditemukan harga oksigen masih di atas harga normal sebelum pandemi COVID-19.
Dalam verifikasi lapangan di Tangerang Selatan, Tim KSP juga mengunjungi beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan dan Puskesmas Ciputat Timur di Tangerang Selatan.
Tim KSP tidak menemukan adanya antrean pasien COVID-19 di IGD di RSU Kota Tangerang Selatan, karena pihak rumah sakit menerapkan sistem antrean daring.
Masyarakat yang ingin mendapatkan fasilitas kesehatan di RSU Kota Tangerang Selatan, harus mengisi daftar antrean yang tersedia secara daring. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kerumunan dan pasien yang tidak tertangani akibat kelebihan kapasitas di rumah sakit.
Namun demikian, fasilitas IGD Rumah Sakit Tangerang Selatan terpantau penuh dengan 22 pasien.
Dalam tinjauannya secara langsung ke Puskesmas Ciputat Timur, Tim KSP menemukan sejumlah persoalan yang menjadi keresahan utama pihak Puskesmas. Salah satunya adalah akses rujukan ke rumah sakit yang sangat terbatas karena kapasitas rumah sakit yang rata-rata sudah penuh, sementara Puskesmas belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai untuk menangani pasien COVID-19 dengan kondisi sedang atau berat.
“Masih susah mencari ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Sudah kami daftarkan online tapi antrean bisa sampai berhari-hari,” kata salah satu dokter Puskesmas Ciputat Timur dr. Sylviana Kuswandi. (Ant)










