Rafik Ingatkan Janji Gubernur DKI Jakarta Berantas Korupsi

Sahabatrakyat, Jakarta – Dewan Pakar Relawan Pemenangan Anis-Sandi (Dunsanak Anis Sandi) Rafik Perkasa Alamsyah merasa kecewa melihat sejumlah kasus dugaan korpus di Pemprov DKI Jakarta yang mencuat belakangan ini.

Pria berbadan tinggi tegap yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI) ini menilai, mencuatnya kasus-kasus dugaan korupsi di Pemprov DKI Jakarta beserta kasus-kasus yang tidak pro rakyat dan tidak sesuai dengan visi misi kampanye Anis sebelumnya, menunjukkan ketidak konsistenan Anis dalam mengemban amanah  rakyat sebagai pemimpin DKI Jakarta, khususnya dalam pemberantasan korupsi.

Rafik mengungkapkan sejumlah kasus seperti  pembelian lahan DKI di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung Jakarta Timur, yang saat ini sedang ditangani KPK menjadi contoh ketidak konsistenan Anis dalam pemberantas korupsi.

Selain itu, kata dia, kasus pemberian purchase order (PO) dari Perumda Pasar Jaya kepada PT. Bismacindo Perkasa senilai Rp.280 juta menunjukan semakin kuat adanya dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) DKI Jakarta.

Tak hanya itu, indikasi korupsi juga  terjadi  dalam pengadaan LUF-60, robot itu masuk pembelian kategori unit penanggulangan kebakaran pada sarana transportasi massal. Harga riil Rp.7 miliar, sementara nilai kontrak Rp.7,8 miliar. Jadi, berdasarkan pemeriksaan BPK, ada selisih Rp.844 juta.

“Kami Relawan Pemenangan Anis-Sandi sangat sangat kecewa dengan mencuatnya sejumlah kasus sarat korupsi di Pemprov DKI. Ini  tidak sesuai dengan komitmen Anis saat kampanye dulu. Ini merupakan bentuk pengingkaran terhadap amanah rakyat, beliau tidak konsisten dalam pemberantasan korupsi di DKI Jakarta,” kata Rafik Perkasa Alamsyah kepada sahabatrakyat.com pada, Rabu (14/4).

“Kami meminta KPK dan Kejaksaan usut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya. Dan kekecewaan kami mendukung beliau karena tidak sesuai dengan komitmen visi misi waktu Pilkada DKI,” ujarnya.