Syaiful Chaniago; Perlu Dievaluasi Kinerja BUMN

Jakarta – Syaiful Chaniago, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pejuang Indonesia (HIPPI) memberikan kritiknya terkait kinerja Menteri BUMN yang dinilainya makin memburuk.
“Menurut kami, Presiden harus melakukan evaluasi terhadap kinerja Menteri BUMN”, Ungkap Syaiful, di Jakarta (6/8/2019).

Lanjutnya, “Bukan hanya perusahaan negara seperti PT. PLN aja yang terlihat kinerjanya memburuk, akan tetapi masih banyak perusahaan negara yang ikut memburuk kinerjanya”.

“Salah satunya, PT. Brantas Abipraya. Perusahaan negara yg bergerak di bidang konstruksi ini sangat buruk prestasinya”, pungkas Syaiful.

Saiful menerangkan, “Hampir seluruh rusun di Indonesia dipercayakan negara pengerjaannya kepada PT. Brantas Abipraya akan tetapi seperti dikerjakan asal-asalan dan tidak memenuhi ketentuan normatif”.

“Oleh karena, sebagai organisasi pengusaha di Indonesia, kami sangat prihatin dengan kondisi perusahaan negara seperti ini”, lanjut Saiful.

“Negara harus memperhatikan secara serius soal monopoli proyek-proyek oleh perusahaan negara sehingga tidak terkesan dikerjakan asal-asalan, semestinya pemerintah juga memberikan ruang kepada perusahaan-perusahaan menengah kebawah untuk juga berpartisipasi dalam mengeksekusi proyek-proyek pemerintah agar terjadi keadilan dalam berusaha”, tambahnya.

Syafiul selaku Ketua Umum HIPPI meminta Presiden melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kinerja Menteri BUMN.
“Kami mendesak presiden untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Menteri BUMN”.

Sebagai bagian dari Pemuda Indonesia yang membidangi Ekonomi di DPP KNPI, Syaiful Chaniago menilai bahwa kebutuhan Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara ekonomi terkuat pada 2045, salah satunya adalah bagaimana negara bisa mendorong dan meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan negara.

“Untuk mendorong percepatan pembangunan Ekonomoi berkelanjutan sesuai Visi Indonesia 2045, perlu upaya keras untuk mendorong perekonomian dalam negeri dengan menggerakkan seluruh potensi ekonomi Indonesia untuk bisa bergandengan dengan perusahaan-perusahaan negara”, tutupnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here